Kategori Bisnis Kuliner adalah Food Service dan kedua adalah Food Retail.

dan kali ini kita langsung ke kategori bisnis kulinernya ya jadi dalam bisnis kuliner kita akan kelompokkan dulu menjadi 2 kategori bisnis yaitu pertama adalah Food Service dan kedua adalah Food Retail. bedanya apa? 

yuks kita cari tahu lebih dalam untuk setiap jenis kategorinya.

Membedakan Food Services dan Food Retail di Bisnis Kuliner



Bisnis kuliner merupakan usaha yang perkembangannya selalu dinamis atau mengalir mengikuti trend yang sedang berjalan atau berkembang di tiap waktunya. nah ini sebabnya kita pasti akan slalu menemukan produk kuliner yang baru dan menarik untuk di ikuti. tidak salah banyak Brand Kuliner baru dan berbeda slalu ada ditiap waktu dan slalu saja ada variant baru yang bermunculan untuk bisa dicoba dan di nikmati. itulah kenapa bisnis kuliner tidak akan pernah mati karena sudah menjadi kebutuhan utama dalam hidup yaitu kebutuhan Primer, bisnis makanan juga sengaja diciptakan sebagai Eat as Experience sebagai sebuah sarana berkumpul, hangout, nongkrong, dan sebagainya, yang jelas banyak hal baru yang bisa di buat dalam dunia Kuliner. 
kembali ke topik  bahwa kuliner memiliki berbagai varian baik dari makanan dan minuman, tapi pada umumnya semua itu terbagi pada dua kategori yang sudah disebutkan di atas yakni 
Food Services dan Food Retail.
Food Services adalah bisnis kuliner yang mengedepankan pelayanan yang manfaat dirasakan konsumen pada tempat tersebut. Sifat produknya adalah kuliner siap saji untuk langsung dikonsumsi pada waktu tersebut.

Misalnya, restoran, warteg, food truck, warung laki lima, cafe, coffee shop dan catering. 

Sedangkan, food retail adalah kuliner yang mengutamakan jangkauan area distribusi yang luas untuk diedarkan. Sifat produknya adalah kuliner yang tahan lama (lebih dari tujuh hari) dan dapat disimpan dalam waktu tertentu.

Contohnya frozen food, makanan atau minuman kering dalam kemasan, dan lain-lainnya yang kebanyakan dapat kita jumpai di tiap mini market atau supermarket. 

dan kadang di distribusikan ke beberapa restoran ataupun tempat makan yang di sebut dalam kategori Food Service.

nah dari diagram diatas yang bisa kita lihat di analisa LokaData kecenderungan konsumen membeli makanan jadi memang mulai meningkat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Kesibukan bekerja dan tuntutan hidup lainnya membuat waktu untuk memasak sehari-hari berkurang. Pada akhirnya, banyak orang yang beralih ke makanan instan dan cepat saji. Perkembangan jumlah peningkatan daya beli makanan pun semakin tinggi pada 2017, belanja makanan jadi sekitar dua kali lipat menjadi makanan pokok. Perubahan pola konsumsi masyarakat inilah yang menjadi peluang bagi sejumlah perusahaan penyedia jasa antar makanan berbasis aplikasi. yang kita tau sekarang dengan nama Online-Food, layanan pesan antar makanan bagian dari ekosistem perkembangan jaman mengalami peningkatan pesat sepanjang 2018. Tidak tanggung-tanggung, selama setahun, Online-Food telah berhasil mengirimkan lebih dari 500 juta makanan dan minuman kesetiap Pelanggan. Dan dari jumlah tersebut, ada lima menu teratas yang paling banyak dipesan masyarakat yakni menu ayam, nasi, mie, gorengan, dan martabak.

jadi sudah tau kan pilihan kategori akan slalu meningkat dari tahun ke tahun dan pilihan menu yang akan menjadi pilihan bisnis sudah mulai bisa dipilih lebih spesifik kedepannya.Aplikasi order makanan ubah perilaku konsumen Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembukaan